TEMA : PENJUALAN SEPATU
LATAR BELAKANG MASALAH
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang. Disini perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian pada suatu produk sepatu. Konsumen dalam menentukan keputusan dalam pembelian ada beberapa proses yang mendasari pengambilan keputusan yaitu :
1. Pengenalan masalah (problem recognition) konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa ada pengenalan masalahyang muncul, konsumen tidak dapat menentukan suatu produk yang akan dibeli kali ini produk sepatu.
2. Pencarian informasi (information scure) setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Pencarian informasi dapat berasal dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal)
3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Factor-faktor yang mempengarui Terdapat 4 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
Selasa, 23 Oktober 2012
Metode Riset. Analisis 3 Jurnal
Anilisis
jurnal 1
Tema : Penjualan
Sepatu
Judul : Analisis Pengaruh
Kebijakan Produk Dan Promosi Terhadap Volume Penjualan Sepatu Pada Pengrajin
Sepatu Di Kecamatan Medan Denai-Medan
Pengarang : Darma Manalu
Tahun
: 2008
Latar Belakang
Pertumbuhan usaha
kecil rumah tangga di daerah Medan cukup berkembang dan memiliki prospek yang
baikdi masa depan. Kecamatan Medan Denai merupakan salah satu kawasan dengan
berbagai aktivitas usaha kecil di kota Medan yang memiliki beragam bidang
kerajinanseperti sepatu, konveksi, dan makanan. Salah satu bidang usaha kecil
yang cukup berkembang di Kecamatan Medan Denai adalah usaha kerajinan sepatu
dengan jumlah unit usaha sebanyak 245 orang pengrajin. Sepatu yang diproduksi
di daerah ini adalah untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan luar daerah.
Salah satu bagian
penting dimensi bauran pemasaran dalam usaha kecil adalah kebijakan produk dan
promosi.
Dengan semakin
meningkatnya persaingan, maka semakin penting peranan kebijakan promosi dalam
memasarkan barang yang diperdagangkan. Kegiatan promosi merupakan bagian dari
pemasaran sebagai alat yang sangat penting serta turut menentukan suksesnya
suatu pemasaran guna meningkatkan volume penjualan.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
kebijakan produk dan promosi terhadap volume penjualan sepatu pada pengrajin
sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan.
2. Untuk
mengetahui faktor yang dominan berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu
pada pengrajin sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan.
Metodologi Penelitian
Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.
Data Penelitian
Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah:
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung
dari pengrajin sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan pada saat pengamatan,
wawancara dan dari jawaban daftar pertanyaan yang diberikan tentang kebijakan
produk, kebijakan promosi dan volume penjualan.
2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui
catatan-catatn, laporan, media massa, dan dokumen-dokumen lain yang berhubungan
dengan kebijakan produk, kebijakan promosi, dan volume penjualan pengrajin
sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan.
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan produk dan kebijakan promosi
secara serempak berpengaruh terhadap volume penjualan sepatu pada pengrajin
sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan. Secara parsial diperoleh bahwa kebijakan
promosi yang paling dominan mempengaruhi volume penjualan sepatu pada pengrajin
sepatu di Kecamatan Medan Denai-Medan.
Referensi : http://mahardhikaputra31.blogspot.com/2010/11/analisis-pengaruh-kebijakan-produk-dan.html
Anilisis Jurnal 2
Tema : Penjualan Sepatu
Judul : Analisis Produk Sepatu dan Tas
Pengarang : Elizabeth
Latar Belakang :
Banyak perusahaan-perusahaan nasional yang
keder menghadapi saingan-saingannya dari perusahaan multinasional. Ketakutan
tersebut memang berdasar. Perusahaan-perusahaan multinasional sering datang
dengan strategi yang sudah terasah belasan atau puluhan tahun, reputasi bagus
yang sulit untuk ditaklukkan, dan SDM dan sistem perusahaan berkelas dunia.
Ketakutan tersebut memang perlu untuk menjaga kewaspadaan, tetapi ketakutan
tersebut tidak perlu berlebihan juga. Memang benar, raksasa-raksasa
multinasional tersebut memiliki hampir semua sumber daya yang didambakan
perusahaan lokal. Namun sering mereka tidak mampu menggunakan keunggulan mereka
secara maksimal di lingkungan negara-negara berkembang.
Sebut saja
efisiensi logistik. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang lalu
lintasnya masih tidak karuan dengan infrastruktur yang sering di bawah standar,
sistem informasi logistik yang mampu memprediksi tibanya kiriman dalam hitungan
menit tidak bisa diterapkan di sini. Ini belum termasuk kondisi daerah pedalaman
dan kepulauan Indonesia. Pasar Indonesia yang heterogen juga menyulitkan metode
riset pasar yang terasah untuk negara-negara maju. Banyaknya jumlah penduduk
miskin dan berpendidikan rendah membuat pesan pemasaran harus diadaptasi sesuai
tingkat pendidikan mereka. Dalam konteks ini, para pemain lokal sering sudah
mendapatkan pengetahuan tersebut secara tacit, sementara para pemain
multinasional memerlukan waktu untuk merubah strategi dan paradigma mereka.
Kelebihan pemain lokal dan kekurangan perusahaan multinasional tersebut
seharusnya dipergunakan secara maksimal oleh perusahaan-perusahaan dalam
negeri.
Masalah dan tujuan
1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
penjualan merk sepatu elizabet dengan tingkat penjualan ?
2. Seberapa besar tingkat distribusi
untuk penjualan sepatu dan tas. ?
3. Bagaimana merk sepatu elizabet
ini mengembangkan penjualannya di pasaran indonesia ?
Pembahasan
Analisi Produk
A.Label Produk
Begitu produksinya jadi pilihan pasar, merek pun ditempelkan. Handoko bernama asli Lie Koen Poe, memakai nama istrinya sendiri, Elizabeth, untuk produksi tas tersebut. Pada 1 Januari 1968 nama itu didaftarkan sebagai merek dagang pada Direktorat Jenderal Hak Cipta, Paten dan Merk, Departemen Hukum dan HAM.
A.Label Produk
Begitu produksinya jadi pilihan pasar, merek pun ditempelkan. Handoko bernama asli Lie Koen Poe, memakai nama istrinya sendiri, Elizabeth, untuk produksi tas tersebut. Pada 1 Januari 1968 nama itu didaftarkan sebagai merek dagang pada Direktorat Jenderal Hak Cipta, Paten dan Merk, Departemen Hukum dan HAM.
B. Kualitas
dan Analisi Produk
Selain karena desainnya kreatif, kualitas dan jenis bahan serta mutu jahitannya juga terpelihara. Lagi pula, tas harga made in Elizabeth terbilang terjangkau, antara Rp 20.000 hingga Rp 200.000. seperti ditirukan Dinny Nurhayati, Public Relations Elizabeth. Kiat Elizabeth mempertahankan kualiatas cukup unik. Selain mendesain sendiri, ia juga bertindak sebagai tester. Mengikuti selera kaum hawa yang doyan mengikuti perkembangan, ia memilih sendiri bahan yang enak dan nyaman dipakai. Karena tiap produksinya dipersepsikan untuk dipakai sendiri,maka sebelum diluncurkan ke pasar Elizabeth terlebih dahulu memakai sendiri. Elizabeth agaknya sukses dengan prinsip itu. Ia pun mampu berkembang di tengah persaingan pasar tas yang makin ramai. Baik produksi dalam negeri maupun tas-tas produk impor yang kini membanjiri pasar.
Selain karena desainnya kreatif, kualitas dan jenis bahan serta mutu jahitannya juga terpelihara. Lagi pula, tas harga made in Elizabeth terbilang terjangkau, antara Rp 20.000 hingga Rp 200.000. seperti ditirukan Dinny Nurhayati, Public Relations Elizabeth. Kiat Elizabeth mempertahankan kualiatas cukup unik. Selain mendesain sendiri, ia juga bertindak sebagai tester. Mengikuti selera kaum hawa yang doyan mengikuti perkembangan, ia memilih sendiri bahan yang enak dan nyaman dipakai. Karena tiap produksinya dipersepsikan untuk dipakai sendiri,maka sebelum diluncurkan ke pasar Elizabeth terlebih dahulu memakai sendiri. Elizabeth agaknya sukses dengan prinsip itu. Ia pun mampu berkembang di tengah persaingan pasar tas yang makin ramai. Baik produksi dalam negeri maupun tas-tas produk impor yang kini membanjiri pasar.
C. Kesesuaian Harga
Harga Produk tas dan Sepatu dari perusahaan Elizabeth sangat bersaing dengan desainnya kreatif, kualitas dan jenis bahan serta mutu jahitannya juga terpelihara. Lagi pula, tas harga made in Elizabeth terbilang terjangkau, antara Rp 20.000 hingga Rp 200.000. sehingga semia kalangan dapat menjangkaunya baik dari kalangan kecil menengah bisa menikmati produk dari perusahaan ini.
Harga Produk tas dan Sepatu dari perusahaan Elizabeth sangat bersaing dengan desainnya kreatif, kualitas dan jenis bahan serta mutu jahitannya juga terpelihara. Lagi pula, tas harga made in Elizabeth terbilang terjangkau, antara Rp 20.000 hingga Rp 200.000. sehingga semia kalangan dapat menjangkaunya baik dari kalangan kecil menengah bisa menikmati produk dari perusahaan ini.
D. Promosi
Promosi yang digunakan untuk memasarkan produk ini salah satunya dengan promosi lewat jalur Internet dengan target pasar sampai keluar negeri baik yang memasangkan sebagian harga barang yang dijual beserta foto-foto contoh dari produk yang akan di pasarkan dengan kualitas expor, perusahaan ini juga menerima orderan tas dan sepatu yang ingin dibuat atau diambil dari yang sudah ada, promosi yang digunakan lagi adalah dengan memasang iklan-iklan ke media lokal karena biaya promosi lebih murah
Promosi yang digunakan untuk memasarkan produk ini salah satunya dengan promosi lewat jalur Internet dengan target pasar sampai keluar negeri baik yang memasangkan sebagian harga barang yang dijual beserta foto-foto contoh dari produk yang akan di pasarkan dengan kualitas expor, perusahaan ini juga menerima orderan tas dan sepatu yang ingin dibuat atau diambil dari yang sudah ada, promosi yang digunakan lagi adalah dengan memasang iklan-iklan ke media lokal karena biaya promosi lebih murah
E. Distribusi
Untuk memenuhi toko dan pesanan, akhirnya Elizabeth membangun sebuah pabrik di kawasan Kopo, Bandung, dengan ratusan karyawan. Maka, selain membuka 20 gerai di tujuh provinsi di Tanah Air, sekitar 5.000 desain Elizabbeth kemudian merambah ke pasar Hong Kong, Singapura, Belanda, Arab Saudi, Jepang, Jerman, Malaysia, Kuwait, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.
Untuk memenuhi toko dan pesanan, akhirnya Elizabeth membangun sebuah pabrik di kawasan Kopo, Bandung, dengan ratusan karyawan. Maka, selain membuka 20 gerai di tujuh provinsi di Tanah Air, sekitar 5.000 desain Elizabbeth kemudian merambah ke pasar Hong Kong, Singapura, Belanda, Arab Saudi, Jepang, Jerman, Malaysia, Kuwait, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.
F. Prospek
Prospek perusahaan Elizabeth ini memiliki prospek lebih besar lagi kalau perekonomian yang ada di indonesia lebih baik dari sekarang yang agak sulit untuk menexpor barang keluar negeri namun pasar dalam negeri lebih terbuka lebar untuk produk-produk dari perusahaan Elizaberth karena tas dan sepatu produksi Elizabeth digemari ibu-ibu dan remaja putri kalangan menengah atas yang merupakan target pasar yang sangat potensial
Prospek perusahaan Elizabeth ini memiliki prospek lebih besar lagi kalau perekonomian yang ada di indonesia lebih baik dari sekarang yang agak sulit untuk menexpor barang keluar negeri namun pasar dalam negeri lebih terbuka lebar untuk produk-produk dari perusahaan Elizaberth karena tas dan sepatu produksi Elizabeth digemari ibu-ibu dan remaja putri kalangan menengah atas yang merupakan target pasar yang sangat potensial
Kesimpulan
Menurut penulis perusahan
ini sangat potensial dalam pasar lokal maupun pasar luar negeri baik dari
kalangan atas maupun kalangan bawah yang masih bisa menjagkau harga produk yang
di tawarkan oleh perusahaan ini dan perusahan ini masih harus mengembangkan
sayapnya dengan mebuka cabang lagi di luar Negeri karena sudah sudah banyak
mengexpor keluar negeri yang merupakan potensi pasar yang sangat tinggi untuk
di gali dan memperoleh keutungan yang lebih besar dari yang sekarang
Analisis
jurnal 3
Tema :
Penjualan sepatu
Judul : APLIKASI
PENJUALAN SEPATU LUKIS ONLINE BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK
Pengarang
: Desi Asri Eka Saputri, Falahah ,Toufan D Tambunan
Latar
Belakang
Penjualan
sepatu lukis dalam dunia maya atau dengan cara online, dikenal dengan istilah
E-Commerce. Hal ini akan mempermudah dalam melakukan aktivitas bisnis, konsumen
hanya dengan mengakses website yang
terhubung dengan pengelola sepatu lukis, dan mengikuti cara pembelian yang
sudah di sediakan,transaksi jual-beli ini pun dapat dilakukan dimana saja dan
kapan saja. Bisnis yang ada saat ini ialah bisnis sepatu lukis, tidak
mengeluarkan modal yang cukup besar tetapi banyak menerima keuntungan, seperti bisnis
sepatu lukis pada toko Nickinoi di Antapani Bandung, toko sepatu ini ada sejak
bulan juni tahun 2009. sepatu lukis ini banyak di sukai di kalangan remaja,
selain nyaman di pakai, bentuknya pun unik, tidak hanya remaja, orang dewasa
pun banyak yang menggunakannya untuk berolahraga atau pun senam, selain untuk
bisnis, sepatu lukis juga dapat menyalurkan kreatifitas atau bakat yang tidak dimiliki pada semua orang. Toko
sepatu lukis Nickinoi ini melibatkan 1 karyawan, tetapi apabila banyak pesanan
yang datang, melibatkan 2 karyawan. sepatu lukis ini juga memiliki tiga model,
pertama model tali, yang kedua model selop untuk wanita dan yang ketiga model
selop untuk pria.
Namun
penjualan atau pemasaraanya masih bersifat
manual (datang langsung ke toko), sehingga penjualan tidak maksimal,
dikarenakan lingkup pemasaran yang hanya sebatas di wilayah Bandung. Oleh karena
itu, dibutuhkan sistem aplikasi e-commerce untuk memudahkan konsumen yang akan
berbelanja kapan pun dan dimana pun dengan menggunakan media internet dan untuk
memberi informasi melalui fitur-fitur seperti,
profil toko, products
catalog, Cart, dan Bantuan tata cara pembelian yang terkait dengan
produk sepatu lukis. Konsumen dapat langsung melihat sepatu lukis yang memiliki
gambar unik, yang dapat dilihat melalui fasilitas catalog yang disediakan oleh situs e-commerce. Informasi untuk pembayaran dan
pengiriman barang akan ditanyakan oleh penjual kepada konsumen tentang alamat
yang akan dikirim barang, sedangkan proses payment atau pembayarannya
menggunakan sistem transfer bank
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana membangun aplikasi yang dapat melakukan proses jual-beli dan dapat
memberi informasi dengan cara online ?
2.
Bagaimana membangun aplikasi yang dapat melakukan proses berbelanja untuk
memilih barang yang akan dibeli melalui
catalog dengan proses pemesanan dan pembayaran ?
3.
Bagaimana membangun aplikasi penjualan sepatu lukis online dengan fitur-fitur yang mempermudah
konsumen dalam proses pembelian dan pemesanan?
Tujuan
1.
Membangun sistem aplikasi e-commerce
penjualan sepatu lukis secara
online dan memberi informasi kepada konsumen tentang
toko sepatu lukis.
2.
Membangun aplikasi untuk konsumen dalam berbelanja dan memilih barang melalui
fasilitas catalog, serta membangun aplikasi proses pemesanan, pembayaran, dan
pengiriman.
3.
Membangun aplikasi penjualan sepatu lukis online dengan fitur-fitur seperti,
profil toko, catalog, cart, dan bantuan tata cara pembelian yang terkait dengan
produk sepatu lukis
Metodologi Penelitian
Dalam pembangunan aplikasi ini
metodologi penelitian yang digunakan adalah
Rapid Application Development (RAD).
(RAD )adalah salah satu metode pengembangan suatu sistem informasi
dengan waktu yang relatif singkat. Untuk pengembangan suatu sistem informasi
yang normal membutuhkan waktu minimal 180 hari, akan tetapi dengan menggunakan
metode RAD suatu sistem dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30-90 hari.
Kesimpulan
a. Aplikasi e-commerce penjualan sepatu lukis secara online
telah dibuat dan memberi informasi kepada konsumen tentang toko sepatu lukis,
sesuai requirement yang sudah didefinisikan.
b. Aplikasi yang dapat melakukan proses berlanja melalui
fasilitas catalog, proses pemesanan, pembayaran,
dan pengiriman.
c. Aplikasi penjualan sepatu lukis secara online dengan
yang memiliki fitur-fitur seperti, profil toko, catalog, cart, dan bantuan tata
cara pembelian yang terkait dengan produk sepatu lukis.
Referensi
Jumat, 19 Oktober 2012
PERILAKU KONSUMEN
Ranggi Alan Putra
19210674
3EA17
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
19210674
3EA17
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1).Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh ;
Kebutuhan konsumen, Persepsi atas
karakteristik merek, dan Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan
merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan
karakteristik personalia.
2).Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh
kedaerahan atau kesukuan. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi
atas harta milik konsumen), Grup tata muka (teman, anggota keluarga,
dan grup referensi) dan (
3. Faktor menentukan yang situasional (
situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan
kalangan usaha).
Marketing strategy Merupakan variabel dimana
pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi
konsumen. Variabel-variabelnya adalah : Barang, Harga, Periklanan dan
Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.
Pemasar harus mengumpulkan informasi dari
konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan
pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara
strategi pemasaran dan keputusan konsumen pemasaran memberikan informasi
kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi
tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek.
Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan
diarahkan kepada konsumen. Ketika konsumen telah mengambil keputusan
kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik
kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari
pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi
merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan
berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah
umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan
mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data
penjualan. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar
tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan
kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Karena itu
penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi
konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan
datang. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan
kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang
lebih baik.
PERILAKU KONSUMEN
Ranggi Alan Putra
19210674
3EA17
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERILAKU KONSUMEN
19210674
3EA17
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERILAKU KONSUMEN
Tipologi pengambilan keputusan konsumen : 1.
Keluasan pengambilan keputusan ( the extent of decision making)
Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan
menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari
penyelidikan informasi dan evaluasi pilihan merek. Disisi lain, sangat
sedikit atau tidak ada keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen
dipuaskan dengan merek khusus dan pembelian secara menetap. 2. Dimensi
atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian
yang tinggi ke yang rendah. Keterlibatan kepentingan pembelian yang
tinggi adalah penting bagi konsumen. Pembelian berhubungan secara erat
dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang
dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi. Dalam
beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara hati-hati
diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen. Keterlibatan
kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi
konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar.
Dalam hal ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk
pencarian informasi tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan
yang luas. Dengan demikian, keterlibatan kepentingan pembelian yang
rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “ a limited
process of decision making”. Pengambilan keputusan vs kebiasaan dan
keterlibatan kepentingan yang rendah vs keterlibatan kepentingan yang
tinggi menghasilkan empat tipe proses pembelian konsu men. EMPAT TIPE
PROSES PEMBELIAN KONSUMEN : 1. Proses “ Complex Decision Making “,
terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan
yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli sistem fotografi
elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk membeli mobil. Dalam
kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk men
gevaluasi dan mempertimbangkan piihan beberapa merek dengan menetapkan
kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan resolusi untuk sistem
kamera elektronik, dan untuk mobil adalah hemat, daya tahan tinggi, dan
peralatan. Subjek pengambilan keputusan yang komplek adalah sangat
penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan pencarian
informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran. 0. Proses
“ Brand Loyalty “. Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari
pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan dengan
sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Contoh pembelian sepatu karet basket merek Nike atau sereal Kellogg,s
Nutrific. Dalam setiap kasus disini pembelian adalah penting untuk
konsumen, sepatu basket karena keterlibatan kepentingan dalam olah raga,
makanan sereal untuk orang dewasa karena kebutuhan nutrisi. Loyalitas
merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu. Sehingga, pencarian
informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting keberadaannya
dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.
Dua tipe yang lain dari proses pembelian konsumen dimana konsumen
tidak terlibat atau keterlibatan kepentingan yang rendah dengan
barangnya adalah tipe pengambilan keputusan terbatas dan proses inertia.
2. Proses “ Limited Decision Making “. Konsumen kadang-kadang mengambil
keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang
tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk
tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan
terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan
evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses
pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga
terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak
direncanakan, biasanya dilakukan seketika berada dalam toko.
Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti
merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari
variasi akan melakukan apabila resikonya minimal. Catatan proses
pengambilan keputusan adalah lebih kepada kekhasan konsumen daripada
kekhasan barang. Karena itu tingkat keterlibatan kepentingan dan
pengambilan keputusan tergantung lebih kepada sikap konsumen terhadap
produk daripada karakteristik produk itu sendiri. Seorang konsumen
mungkin terlibat kepentingan memilih produk makanan sereal dewasa karena
nilai nutrisinya, konsumen lain mungkin lebih menekankan kepada
kecantikan dan menggeser merek dalam mencari variasi. 3. Proses “
Inertia “. Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada
pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama
bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu
yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian
informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek. Robertson
berpendapat bahwa dibawah kondisi keterlibatan kepentingan yang rendah “
kesetiaan merek hanya menggambarkan convenience yang melekat dalam
perilaku yang berulang daripada perjanjian untuk membeli merek tersebut”
contoh pembelian sayur dan kertyas tisu.
Senin, 07 Mei 2012
TULISAN SOFTSKILL
Ranggi Alan Putra
19210674
2 EA 17
Strategi Pemasaran Rumah Makan contoh Restaurant Solaria
Ingin tahu bagaimana strategi pemasaran Solaria? Bagi Anda para pecinta kuliner tentu saja sudah tidak asing lagi dengan gerai tempat makanan elit namun menawarkan standar harga terjangkau yang satu ini, restoran Solaria.
Dulunya, restoran ini hanya merupakan kedai makanan sederhana yang hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan para karyawannya, namun berkat kerja keras sang pemilik usaha tersebut, 13 tahun kemudian Solaria telah memiliki 130 gerai yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Kini, hampir disetiap pusat perbelanjaan di Indonesia terdapat gerai restoran Solaria dengan tawaran harga yang cukup terjangkau untuk semua kalangan.
Meskipun sajian bentuk gerai yang didesain dengan berbagai gaya minimalis yang elegan, namun tawaran harga yang diberikan oleh restoran Solaria mampu dinikmati meskipun oleh kalangan mahasiswa.
Mengapa strategi pemasaran Solaria terkesan unik? Sekilas jika Anda menyimak lebih seksama tentang restoran yang satu ini, tak ada menu spesial unggulan yang menjadi kekhasan sebuah perusahaan makanan pada umumnya. Solaria menyajikan menu-menu serupa yang biasa kita temukan pada restoran lainnya. Kuncinya justru terletak dari upaya penekanan konsep marketing yang dibangun oleh sebuah perusahaan.
Konon kabarnya, pemilik Solaria yang tak mau jati dirinya diekspos bukan lah seorang pakar marketing yang memahami aspek-aspek dari pemasaran seperti segmentasi, targeting atau positioning, yang dilakukan hanyalah semangat enterpreneur yang tinggi untuk mengembangkan sebuah bisnis usaha makanan.
Apa sebenarnya rahasia kesuksesan dan strategi pemasaran Solaria yang sudah cukup terkenal tersebut? berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pelajari untuk mengikuti jejak kesuksesan Solaria:
1. Bermain pada strategi pemasaran yang kreatif
Solaria jika kita perhatikan memang tidak memiliki menu khas sebagaimana layaknya gerai-gerai makanan yang terkenal, namun bisa dipastikan pelanggan Solaria yang telah terbiasa mengunjungi gerai tersebut akan merasa ketagihan dan akan kembali lagi untuk makan di gerai tersebut.
Tak hanya bermain pada sajian rasa, Solaria telah mampu membidik ruang market yang cukup bagus.
Ibarat hotel berbintang namun tetap dengan harga yang merakyat. Sajian harga yang disajikan oleh Solaria cukup mampu dijangkau oleh banyak kalangan. Inilah stratergi pemasaran Solaria yang unik.
Di samping itu Solaria juga mampu menempatkan gerai-gerai pada tempat-tempat strategis seperti mall, pusat perbelanjaan, perkantoran dan sebagainya yang memang memiliki market penjualan yang cukup bagus.
Solaria tidak memilih posisi sebagai restoran mahal yang elit dan sulit dijangkau oleh masyarakat kalangan bawah. Dengan cara marketing tersebut, penjualan Solarian menjadi lebih cepat berputar. Solaria pun menjadi booming di setiap kalangan, tak hanya mereka yang banyak uang saja.
2. Solaria merupakan bisnis yang tidak mau diwaralabakan atau franchise
Selain pada strategi pemasaran Solaria yang coba mengambil langkah yang berbeda, pemilik Solaria menolak banyak pihak yang ingin meminta franchise bisnis Solaria padanya, dengan alasan bahwa nantinya akan sulit mengontrol mutu perusahaan franchise tersebut.
Solaria dimiliki oleh satu orang pebisnis saja yang terkenal cukup ulet dan gigih dalam menjalankan sebuah usaha bisnis, meskipun bukan seorang yang ahli secara akademis dalam bidang bisnis, pemasaran dan sebagainya. Modal semangat dan kegigihan tersebut yang mengantarkan Solaria sebagai salah satu gerai makanan yang cukup menjadi favorit banyak kalangan di seluruh tanah air.
Bermain pada strategi pemasaran yang baik serta pengelolaan yang cukup bersemangat dan pantang mundur menjadi modal yang cukup untuk keberhasilan sebuah restoran bernama Solaria yang saat ini sudah tersebar di seluruh kota di Indonesia. Pentingnya pemasaran yang baik telah dibuktikan oleh Solaria untuk mampu meraih sebuah kesuksesan bisnis, Anda pun bisa mencoba strategi pemasaran Solaria di atas.
19210674
2 EA 17
Strategi Pemasaran Rumah Makan contoh Restaurant Solaria
Solaria adalah jaringan rumah makan siap
saji asal Indonesia. Restoran
ini menyajikan makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng, kwetiau
goreng, dan masih banyak lagi. Saat ini sudah terdapat lebih dari 50 gerai di
kota-kota di Indonesia.
Kamis, 19 April 2012
CONTOH KASUS PERUSAHAAN YAHOO
Nama : Ranggi Alan Putra
Npm : 19210674
Kelas : 2EA17
Gaya Kepemimpinan Autokratis
Kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.
Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan.
CONTOH KASUS PERUSAHAAN YAHOO
Zams Site- Google Inc telah mengadakan pendekatan setidaknya pada dua perusahaan ekuitas untuk menyediakan dana bagi perusahaan ekuitas itu untuk membeli bisnis utama Yahoo. Informasi tersebut disampaikan pada Wall Street Journal oleh sumber yang mengetahui permasalahan tersebut.
Menurut sumber tersebut, Google dan partner tersebut telah melakukan diskusi awal. Meski demikian, belum ada langkah tindakan formal yang diambil, dan Google kemungkinan tidak akan melakukan pembelian sendiri terhadap Yahoo.
Dikutip dari Reuters, 24 Oktober 2011, belum jelas perusahaan ekuitas mana yang telah didekati Google. Perwakilan Google sendiri belum bisa mengomentari hal tersebut. Namun perjanjian apapun di antara dua p
erusahaan Internet terbesar itu berpotensi melanggar aturan monopoli.
Sumber menyebutkan, langkah tersebut diambil Google karena perusahaan mesin pencari utama itu tertarik untuk menjual sejumlah iklan melalui situs-situs Yahoo.
Sebelum ini, Microsoft Corp, kompetitor lain dari Google dan Yahoo juga tengah mempertimbangkan untuk membeli Yahoo lewat sebuah lembaga ekuitas swasta.
Yahoo sendiri sedang dalam kondisi yang kacau setelah mereka memecat Carol Bartz, CEO mereka pada September lalu. Perusahaan itu tengah meminta bantuan lembaga investasi Allen & Co untuk melakukan ‘strategic review’ terhadap bisnis mereka. Yahoo juga menggaet Heidrick & Struggles, lembaga perekrutan eksekutif untuk mencari CEO baru. (umi)
KESIMPULAN
Jadi kesimpulan selanjutnya, semua usaha (atau perusahaan) yang berbasis internet yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pengelolanya, baik dia berupa toko online, situs berita, situs aplikasi, jual beli, situs forum, dan sebagainya, maka dia masuk dalam kelompok pengusaha (orangnya) dan perusahaan (bidang usahanya) sebagai perusahaan berbasis teknologi internet. Dan
dapat mengatakan bahwa perusahaan berbasis internet baik yang startup (rintisan) maupun yang sudah tingkatan bonafid, sama sama menggunakan teknologi. Perbedaannya, ada yang menggunakan teknologi seraya menciptakan inovasi teknologi dan ada yang memang sekedar memanfaatkan teknologi.
SUMBER
http://zamrudblog.blogspot.com/2011/10/google-siap-beli-perusahaan-yahoo.html
Npm : 19210674
Kelas : 2EA17
Gaya Kepemimpinan Autokratis
Kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi.
Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan.
CONTOH KASUS PERUSAHAAN YAHOO
Zams Site- Google Inc telah mengadakan pendekatan setidaknya pada dua perusahaan ekuitas untuk menyediakan dana bagi perusahaan ekuitas itu untuk membeli bisnis utama Yahoo. Informasi tersebut disampaikan pada Wall Street Journal oleh sumber yang mengetahui permasalahan tersebut.
Menurut sumber tersebut, Google dan partner tersebut telah melakukan diskusi awal. Meski demikian, belum ada langkah tindakan formal yang diambil, dan Google kemungkinan tidak akan melakukan pembelian sendiri terhadap Yahoo.
Dikutip dari Reuters, 24 Oktober 2011, belum jelas perusahaan ekuitas mana yang telah didekati Google. Perwakilan Google sendiri belum bisa mengomentari hal tersebut. Namun perjanjian apapun di antara dua p
erusahaan Internet terbesar itu berpotensi melanggar aturan monopoli.
Sumber menyebutkan, langkah tersebut diambil Google karena perusahaan mesin pencari utama itu tertarik untuk menjual sejumlah iklan melalui situs-situs Yahoo.
Sebelum ini, Microsoft Corp, kompetitor lain dari Google dan Yahoo juga tengah mempertimbangkan untuk membeli Yahoo lewat sebuah lembaga ekuitas swasta.
Yahoo sendiri sedang dalam kondisi yang kacau setelah mereka memecat Carol Bartz, CEO mereka pada September lalu. Perusahaan itu tengah meminta bantuan lembaga investasi Allen & Co untuk melakukan ‘strategic review’ terhadap bisnis mereka. Yahoo juga menggaet Heidrick & Struggles, lembaga perekrutan eksekutif untuk mencari CEO baru. (umi)
KESIMPULAN
Jadi kesimpulan selanjutnya, semua usaha (atau perusahaan) yang berbasis internet yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pengelolanya, baik dia berupa toko online, situs berita, situs aplikasi, jual beli, situs forum, dan sebagainya, maka dia masuk dalam kelompok pengusaha (orangnya) dan perusahaan (bidang usahanya) sebagai perusahaan berbasis teknologi internet. Dan
dapat mengatakan bahwa perusahaan berbasis internet baik yang startup (rintisan) maupun yang sudah tingkatan bonafid, sama sama menggunakan teknologi. Perbedaannya, ada yang menggunakan teknologi seraya menciptakan inovasi teknologi dan ada yang memang sekedar memanfaatkan teknologi.
SUMBER
http://zamrudblog.blogspot.com/2011/10/google-siap-beli-perusahaan-yahoo.html
Rabu, 11 April 2012
BARACK OBAMA
‘Perubahan belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik, tetapi tanpa perubahan tak ada kemajuan, tak ada pembaruan.’ Tema perubahan menjadi kunci Barack Obama untuk menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Ia menyuarakan mutlaknya perubahan di Washington DC sambil menyebutkan John McCain identik dengan Presiden George W Bush yang telah membuat AS terpuruk.
Barack Obama, seorang muda, setengah hitam, anggota Senat dari Negara Bagian Illinois yang baru dipilih dua tahun lalu, dipastikan akan dinobatkan partainya sebagai calon presiden dalam pemilihan umum Amerika bulan November mendatang. Ia mengalahkan selusin politisi kawakan yang jam terbangnya lebih tinggi, termasuk Hillary Clinton, Senator senior New York, politikus perempuan paling mencolok di AS selama puluhan tahun [2].
Moto ‘the wind of change’ yang di usung oleh Barack Obama adalah “I’M ASKING YOU TO BELIEVE. Not just in my abiltity to bring about the real change in Washington…I’m asking you to believe in yours.” Obama ingin mengajak rakyat AS untuk tidak menaruh harapan terbesar akan angin perubahan pada pundaknya, namun ia mengajak seluruh elemen masyarakat AS untuk melihat dan memulai perubahan dengan yakin dan percaya bahwa perubahan itu datang dari masyarakat AS untuk memberi atmosfir pembaruan pada pemerintahan Amerika Serikat.
Meski namanya baru dikenal publik Amerika Serikat (AS) sekitar 2 tahun lalu, namun kehadirannya sudah mampu menandingi pesaing lainnya dalam kancah kandidat presiden AS. Barack Obama dikenal sebagai seorang sosok politisi yang senang berkomunikasi baik langsung maupun tidak dengan warga AS. Beliau seringkali menuangkan isi pikiran, pendapat serta ide-ide barunya yang dikemas dalam sebuah audiofile podcasting yang selalu bisa diakses oleh publik di seluruh dunia. Suaranya yang bersahaja dan ramah mengesankan seolah-olah beliau sedang berbicara langsung secara personal kepada para pendengarnya. Hal ini tentunya patut dijadikan sebuah keuntungan yang belum tentu dimiliki oleh setiap politisi dimanapun.
Baru-baru ini, Obama juga menggelar sebuah orasi, sebuah kegiatan yang sering beliau lakukan dan berorasi memang suatu kehandalan yang dimilikinya. Orasinya kali ini dilakukan di sebuah taman di Nevada pada waktu siang hari. Walaupun teriknya matahari terasa sungguh menyengat siang itu, namun tidak ada satu orang pun yang malah sibuk mencari tempat teduh di taman tersebut. Semua pengunjung taman tampak terkesima dengan orasi yang disampaikanObama siang itu. Tidak ada satupun kandidat presiden AS lainnya yang mampu mengumpulkan begitu banyak orang yang bersemangat ingin mendengarkan orasi seorang politisi. Beberapa pengunjung yakin bahwa ”dialah orang yang ditunggu-tunggu Amerika”. Salah seorang pengunjung taman yang kebetulan juga seorang penggemar Obama , Michelle, pernah menuliskan pesan di situs web-nya Obama . Pesannya adalah bahwa ia berharap akan ada peraturan yang menyulitkan orang-orang yang berpenyakit mental dalam memperoleh/membeli senapan. Tidak lama kemudian, Obama membuat usulan yang sama persis. Michelle beranggapan bahwa usulan yang dibuatnyalah yang menginspirasi Obama . Namun orang lain beranggapan bahwa usulanObama semata hanya karena kasus penembak yang membunuh 32 orang di Virginia beberapa waktu lalu.
Siapakah Obama sebenarnya? Ia mengaku dirinya adalah anak dari ayahnya yang berdarah Kenya yang kesehariannya menggembala kambing. Suatu masa, ayahnya mendapat beasiswa untuk belajar di AS, dimana ia akhirnya menikah dengan seorang wanita berkulit putih dari Kansas. Walaupun orang tuanya tidak kaya, tapi mereka berhasil menyekolahkan anaknya di Harvard .
Sekarang ini, mungkin kulit hitamnya bisa membantu posisinya dalam pemilu presiden nanti. Beberapa generasi lalu, hal ini justru akan merugikan dan bahkan fatal bagi dirinya. Namun kini, masyarakat kulit putih AS justru menilai hal ini sebagai tanda optimistik dari fron rasial. Banyak diantara mereka akan memilih presiden berkulit hitam dan menunjukkan pada dunia, dan diri mereka sendiri, bahwa kulit hitam bukanlah pecundang. Beberapa juga berpendapat bahwa, ”Saatnya telah tiba. Sejauh ini hanya ada pria kulit putih dari kalangan kelas atas.”
Keadaan sekarang ini tentunya merupakan sebuah kesempatan dan keuntungan yang harus diraih oleh Obama . Meski beberapa masyarakat kulit hitam masih meragukan posisi Obama “di kalangan kulit hitam”, karena nenek moyangnya tidak dibawa ke AS sebagai budak dan beliau juga tidak memegang peran dalam gerakan memperjuangkan hak-hak sipil. Menanggapi ini, Obama berkata bahwa dirinya telah banyak berjuang melawan isu rasial. Dalam otobiografinya, beliau ingat akan masa kecilnya dimana seorang kulit hitam telah disiksa dengan menggunakan racun kimia untuk memutihkan kulitnya. Beliau juga pernah menonjok seseorang yang menghinanya dan mengejeknya. Namun sebagai seorang yang berpikiran secara dewasa, dirinya memilih untuk menempuh jalan konsiliasi dibanding konflik.
Posisinya mengenai perang Irak sangat jelas. Sedikit berbeda dari lawan utamanya, sejak awal, Obama jelas mengatakan tidak setuju dengan perang Irak. Berbicara mengenai kebijakan luar negeri, dirinya bersikap ambisius dan idealistik. Secara gamblang beliau berkata bahwa posisi sebagai pemimpin bagi dunia bebas ini terbuka lebar dan dia ingin menempati posisi tersebut. Obama ingin bekerja dengan Rusia untuk mengamankan bahan-bahan nuklir, pada saat bersamaan mendorong demokrasi dan transparansi di sana. Beliau juga ingin memperkuat NATO , membangun aliansi baru di Asia, menghentikan genosida di Darfur, memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah, dan membantu negara-negara miskin membangun ekonomi pasar yang berfungsi. Obama tidak berbicara banyak mengenai ekonomi. Ia hanya ingin mengalokasikan dana yang lebih besar untuk sekolah, subsidi kesehatan, dan kepentingan veteran.
Kebijakan Barack Obama dalam Pendidikan adalah:
1. Reform No Child Left Behind.
2. Ensure access to high-quality early childhood education programs and child care opportunities so children enter kindergarten ready to learn.
3. Work to recruit well-qualified teachers to every classroom in America, especially those in high-poverty, high-minority areas.
4. Reward expert, accomplished teachers for taking on challenging assignments and helping children succeed.
5. Support highly-competent principals and school leaders.
6. Make science and math education a national priority.
7. Reduce the high school dropout rate by focusing on proven methods to improve student achievement and enhance graduation and higher education opportunities.
8. Close the achievement gap and invest in what works.
9. Empower parents to raise healthy and successful children by taking a greater role in their child’s education at home and at school.
Gaya kepemimpinan seorang pemimpin yang ’inspire a shared vision’ harus memiliki arah yang jelas dan tepat akan dibawah kemana para pengikutnya. Kekuatan dan kemampuan untuk melihat jauh kedepan membedakan seorang pemimpin yang memiliki kredibilitas. Ada dua hal penting dalam pendekatan gaya kepemimpinan ini yaitu seorang pemimpin harus menguasai esensi dari:
1. Imagining the ideal, untuk memperjelas hal ini maka dipakai katavisi. Visi memiliki konotasi a standard of exellence, sebuah hal yang ideal atau sebuah nilai.
2. Intuiting the future, dimana seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dengan menggunakan pengalaman masa lalu sebagai guru yang baik.
Rhenald Khasali. Kompas, Jumat, 6 Juni 2008. Hal.6
R. William Liddle. Kompas, Selasa, 10 Juni 2008. Hal.6
http://forum-politisi.org/pusat_data/partai_politik/article.php?id=443
http://www.barackobama.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
